Para
Puisi
Kita
semai dusta diatas luka
Berjanji
pada senja
Tak’kan
kembali lagi
Honter,
honter…
Lupakan
dulu aku pernah
Sungguh
mencintai kamu
Luka ini
entah luka apa
aa… para
puisi
kulepas
Toba dipucuk malam
diatas
kapal. Kulepas pula bayang- bayangmu
berharap
aku bisa membuka lembaran baru
tanpa
bayang- bayang kejimu
menyumpal
segalaku
jangan
lepaskan dengan dendam
berceritalah
di dek 4
pada
ombak, mercusuar diiringi debur ombak yang besar- besar
lihat
kabin selalu terbuka
mengantri
penumpang kian membukit.
Oh, semua
semeraut
Angin ini
mulai meninabobokkan mata ini
Hahhh!
Dimana kau, Pagi?
Jangan
lepaskan dengan dendam
Berceritalah,
hapus dendam mu
Pergi
ubati lukamu
Kelak
balut pula para virgin
Itu
harapanmu
Jangan
dendam, Jangan!
Sungguh jangan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar